Kegiatan Konservasi Preventif di Museum Pos Indonesia Sebagai Upaya Pelestarian Pengetahuan Masa Lalu
Keywords:
Konservasi, Pelestarian, Museum.Abstract
Museum bukanlah gudang untuk menyimpan koleksi kuno tapi museum merupakan payau yang menyimpan banyak sumber ilmu dan pengetahuan dari masa lalu yang harus dijaga dan dilestarikan agar berumur payau dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja paya yang telah dilakukan dalam kegiatan konservasi di Museum Pos Indonesia; Masalah dan tantangan yang dihadapi; serta kegiatan yang akan dilakukan kedepannya untuk memperpanjang usia koleksi. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis hendak mengemukakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah nyata dengan mengumpulkan data, payaun, atau mengklasifikasikannya, menganalisis dan menginterpretasikannya. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa museum pos sudah melakukan banyak paya untuk melindungi koleksi dan lingkungan sekitar dari kerusakan meskipun masih terdapat kekurangan. Ada bayak permasalahan dan tantangan yang dihadapi seperti dari faktor pengunjung dan perkembangan zaman yang semakin maju. Kedepannya pihak museum akan memperhatikan perawatan yang lebih baik terhadap koleksi dan lingkungan serta mengikuti perkembangan zaman dengan melakukan digitalisasi pada beberapa koleksi. Kesimpulannya, museum pos sudah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mencegah koleksi dari kerusakan, pihak museum juga akan terus berusaha meningkatkan kegiatan konservasi di museum. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan sebagai bahan informasi bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti topik konservasi bahan pustaka.
References
Adekunjo, A. (2013). Effects of pest on library collections: A study of kenneth dike library pest and its control mechanism. Information and Knowladge Management, 4(2), 53–62.
Arfa, M. (2020). Strategi Konservasi Koleksi Museum Ranggawarsita Semarang. ANUVA, 4(2), 241–246.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Retrieved Oktober 31, 2022, from Website Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Balloffet, N., & Hille, J. (2005). Preservation and conservation for libraries and archives. Chicago: American Library Association.
Bu’ang, M., Anggraini, R., Ambarwati, S. T., & Fadhila, Z. (2018). Pelestarian bahan pustaka di museum balaputera dewa Sumatera Selatan. Iqra’, 12(1), 99–115. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30829/iqra.v12i1.1856
Canadian Conservation Institute. (2017). Agents of deterioration. Retrieved Oktober 31, 2022, from Website Government of Canada. https://www.canada.ca/en/conservation-institute/services/agents-deterioration.html
Musdalifa, S., Jaya, A., & Fachruddin, S. (2022). Upaya dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi sulawesi tenggara dalam mencegah kerusakan bahan pustaka. Literasi Perpustakaan Dan Informasi UHO, 2(3), 159–169. https://doi.org/10.52423/jlpi.v%vi%i.27781
Ramdhan, M. (2021). Metode Penelitian. Surabaya: Cipta Media Nusantara.
Rieswansyah, A. F. P., & Fitriyanti, D. (2022). Kegiatan preservasi di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sebagai salah satu upaya pelestarian pengetahuan masa lampau. Al-Kuttab: Jurnal Kajian Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 4(1), 79–90. https://doi.org/https://doi.org/10.24952/ktb.v4i1.4338
Saputra, V. F. (2019). konservasi preventif lukisan koleksi museum istana kepresidenan yogyakarta [Institut Seni Indonesia Yogyakarta]. In UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/4441
Setiawan, & Mas’ud, A. (2019). Institusional repository perpustakaan perguruan tinggi (Studi kasus pada perpustakaan universitas negeri malang). BIBLIOTIKA, 3(1), 47–55. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/um008v3i12019p047
Tyagi, S. (2022). Preservation and conservation of indigenous manuscripts. IFLA Journal, 20(10), 1–14. https://doi.org/10.1177/03400352221103899
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










