Model Pencarian Informasi Mahasiswa Farmasi: Sebuah Kajian Teori ASK (Anomalous State of Knowledge)
DOI:
https://doi.org/10.52423/jlpi.v4i3.19Abstract
Kebutuhan model temu kembali informasi yang efektif untuk memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat kepada mahasiswa Farmasi Universitas Padjadjaran Angkatan 2021 dan 2022 sangatlah penting. Untuk memahami dan memenuhi kebutuhan informasi bagi pengguna merupakan tantangan yang signifikan dalam pencarian informasi. Teori Anomalous State of knowledge (ASK) memperkenalkan konsep bahwa pengambilan informasi dimulai dari ketidaktahuan individu dan memotivasi mereka untuk mencari informasi,Konsep dasar ASK menekankan bahwa kebutuhan informasi bersifat dinamis. penelitian ini berfokus pada kebutuhan pencarian informasi mahasiswa Farmasi Angkatan 2021 dan 2022 di Universitas Padjadjaran. Bertujuan untuk menganlisis efektivitas pencarian informasi yang digunakan mahasiswa tersebut. Desain penelitian ini menggunakan metode survei, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden. Populasi (N=600) dan sampel (n=117) yang merupakan mahasiswa Farmasi Angkatan 2021 dan 2022. Analisis statistika, khususnya uji korelasi pearson product moment, digunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini menemukan adanya korelasi yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran e-book dengan pemahaman mata kuliah farmasetika, hubungan pembuatan daftar informasi dengan pencarian informasi mendalam, hubungan memilih sumber terpercaya dengan pencarian informasi mendalam, hubungan browsing untuk memenuhi informasi dengan pencarian informasi mendalam, dan yang terakhir yaitu hubungan browsing untuk memenuhi informasi dengan bahan referensi . Korelasi ini signifikan secara statistic pada berbagai Tingkat kepercayaan, yang menunjukan efektivitas strategi dalam proses pencarian informasi.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa Farmasi dalam meningkatkan proses pencarian informasi. Pemahaman dan penerapan teori ASK dalam perancangan sistem temu kembali informasi dapat meningkatkan efektivits dan efisiensi proses temu kembali informasi.










