Kemampuan Literasi Media Siswa Tunanetra Sekolah Dasar SLB Mandara Sebagai Upaya Mendukung Pengembangan Membaca di Kalangan Anak-Anak

Authors

  • Rismayanti Universitas Halu Oleo
  • Hasriany Amin Universitas Halu Oleo
  • Cecep Ibrahim Universitas Halu Oleo
  • Rivi Handayani Universitas Halu Oleo

Keywords:

Literasi, Media, Tunanetra, membaca

Abstract

Literasi media merupakan kebutuhan dasar anak yang berkembang secara alami seiring dengan meningkatnya kebutuhan belajar, dan berkomunikasi terkait pengetahuan dan kemampuan dalam menggunakan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kemampuan literasi media siswa Tunanetra  Sekolah Dasar SLB Mandara sebagai upaya mendukung pengembangan membaca di kalangan anak-anak. Penelitian ini menggunakan  deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 2 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan literasi media dalam upaya mendukung pengembangan membaca pada siswa Tunanetra di SLB Mandara yaitu pihak sekolah maupun guru telah menyediakan media Braille dan alat media Reglet sesuai dengan kebutuhan jenis siswa kecacatan Tunanetra, dapat diketahui bahwa literasi media dalam hal ini proses metode  pengajaran yang di pakai telah berhasil dalam upaya membangun minat membaca, kreativitas siswa Tunanetra dengan menggunakan media Braille dan alat Reglet.

References

Alvi Nurdina. (2015). Studi Kasus Kemampuan Membaca Ujaran Anak Tunarungu di SLB-B Dena Upakara Wonobosos. Skripsi Yogyakarta: Universutas Negeri Yogyakarta,

APJII. (2019). Laporan Survei Penetrasi & Profil Perilaku Pengguna Internet Indonesia ,. https://apjii.or.id/survei2018s ( januari 30, 2022).

Arumi, Ratih (2015). Efektifitas Layanan Perpustakaan Sekolah di SLB, Padang: Wacana Asih.

Bachri, Bachtiar S. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif. Jurnal teknologi pendidikan

Hariyanto, Agus. (2009). Membuat Anak Anda Cepat Pintar Membaca!. Yogyakarta: Diva Press.

Hobbs, R., & Frost, R. (2003). Measuring the acquisition of media-literacy skills. Reading Research Quarterly, 38 (3),. https://doi:10.1598/RRQ.38.3.2

Hobbs, R. (2010). Digital and media literacy: Aplan of action. (White Paper). . Washington, DC: The Aspen Institute..

Hobbs, R., Donnelly, K., Friesem, J., & Moen, M. (2013). Learning to engage: How positive attitudes about the news, media literacy, and video production contribute to adolescent civic engagement. Educational Media International. 50 (4),.https://doi:10.1080/09523987.2013.862364 Undang-Undang.

Kompas.com. (2012). Penting, Literasi Media Masuk dalam Kurikulum Pendidikan. https://tekno.kompas.com/read/2012/08/31/0826240/penting.literasi.media.masu k.dalam.kurikulum.pendidikan

Milyane, Tita Melia, (2020), literasi media dalam tataran konsep. Skripsi. Bandung: universitas padjadaran

Moleong, Lexy J. (2005). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

OECD.2018. PISA 2015. PISA Resultin focus. Paris: PISA –OECD Publishing

Pinkleton, BE, Austin, EW, Chen, Y., & Cohen, M. (2012). Peran media literasi dalam membentuk pemahaman dan tanggapan remaja terhadap penggambaran seksual di media massa. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 17 (4). https://doi:10.1080/10810730.2011.635770

Rohim, Dhina Cahya. Rahmawati, Septina. (2020). Peran literasi dalam meningkatkan minat baca siswa di sekolah dasar. Jurnal review Pendidikan Dasar : 6 (3).2-3. Doi:https://doi.org/10.26740/jrpd.v6n3.p230-237

Sudrajat, Hari. (2005). Manajemen Peningkatan mutu berbasis sekolah. Bandung: Cipta Cekasa Grafika.

Suhail, Kausar., and Bargees, Zobia. (2006). Effects of Excessive Internet use on undergraduate students in Pakistan. Cyberpsychol Behav; 9(3):297-307. Doi: 10.1089/cpb.2006.9.297.PMID: 16780397.

Suyono & Hariyanto. (2011). Belajar dan pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rusdakarya

Undang-Undang No.4 Tahun 1997 Pasal 12 Tentang Penyandang Cacat

UNESCO. (2005). Development of Information Literacy: Through: School Libraries in Southeast Asia countries. Bangkok: UNESCO

United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). (2008). ―Information for All Programme (IFAP): Towards Information Literacy Indicators.‖ 10 Maret 2013. http://www.uis.unesco.org/ template/pdf/cscl/InfoLit.pdf.

Wardani. (2009). Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2025-04-25